Kamis, 22 Januari 2009

RPP PUISI INOVATIF

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : SMPN 15 Yogyakarta
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : VII/2
Alokasi Waktu : 4 X 40 menit

A.Standar Kompetensi : Menulis
16 Mengungkapkan keindahan alam dan pengalaman
melalui kegiatan menulis kreatif puisi.
B. Kompetensi Dasar : 16.1 Menulis kreatif puisi berkena­an dengan ke­indahan alam.
C.Tujuan Pembelajaran
1) Setelah mengamati gambar keindahan alam, siswa dapat menyebutkan 3 hal yang menarik pada gambar sebagai objek penulisan puisi.
2)Setelah mengamati pembacaan puisi, siswa dapat menentukan tema/topik puisi yang sesuai dengan gambar yang diamati.
3)Setelah mengamati model larik-larik puisi tentang keindahan alam, siswa dapat menuliskan dua bait puisi tentang keindahan alam.
4)Setelah mempelajari teknik-teknik penulisan puisi, siswa dapat menulis puisi dengan pilihan kata yang tepat dan rima yang menarik
5)Setelah mengamati pembacaan puisi oleh temannya, siswa dapat memberi tanggapan terhadap puisi yang telah dibacakan.
D.Materi Pokok
Materi pokok yang disampaikan dalam penulisan puisi ini adalah:
1.Contoh teks puisi yang ditulis siswa.
2.Teknik Penulisan Puisi (terlampir).
3.Penulisan puisi dengan teknik Rangsang-gambar dan Sumbang-kata.

E.Metode Pembelajaran
Inkuiri - Demontrasi
Tanya jawab - Diskusi
F.Kegiatan Pembelajaran
1) Pertemuan Pertama
a) Kegiatan Pendahuluan
Memfokuskan perhatian dan memotivasi siswa dengan apersepsi, informasi kompetensi dasar, manfaat materi bahan ajar, serta rencana aktivitas pembelajaran. Setelah membuka pembelajaran dengan apersepsi tentang materi puisi pada semester ganjil, guru membacakan contoh puisi kemudian siswa menanggapinya melalui tanya jawab lisan.
Guru memperlihatkan setangkai bunga melati yang masih segar kepada seluruh siswa, kemudian serangkaian pertanyaan diajukan secara teratur kepada seluruh siswa berkenaan dengan bunga melati tersebut. Misalnya, siapa yang tahu nama bunga ini? Siswa menjawab serempak dan guru memintanya kepada seorang siswa dan menuliskannya di papan tulis. Kemudian guru memberikan probing (pertanyaan menggali), apa yang engkau ketahui tentang bunga melati ini? (Mungkin  siswa merenung atau bingung dalam menjawab pertanyaan tersebut yang sangat terbuka), kemudian guru memberikan prompting dengan pertanyaan bimbingan/terarah:
Apa warnanya?,
Bagaimana baunya?,
Bagaimana ukurannya?,
Di mana tumbuhnya?
Apa manfaatnya?
Apakah semua orang menyenanginya?, dan semacamnya.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut diberikan secara berkala tergantung jawaban siswa pada pertanyaan sebelumnya. Teknik probing-prompting dilakukan fleksibel sehingga siswa terarah, terbimbing, dan tergali pengetahuannya. Semua jawaban siswa dituliskan pada papan tulis.
b) Kegiatan Inti
Dengan pengarahan dari guru siswa dibimbing untuk menghaluskan dan menyempurnakan jawaban-jawaban siswa pada papan tulis, dengan cara memberi jiwa pada kalimat-kalimat yang telah ditulis dan diberi hiasan kata/kalimat estetika, yaitu dengan menganggap bahwa bunga melati itu sesuatu yang hidup, dengan cara menyebutnya menggunakan kata ‘engkau’. Target hasil penyempurnaan jawaban siswa yang tertulis pada papan tulis, melalui serangkaian tanya jawab yang sifatnya menggali, terarah,  dan terbimbing adalah sebuah puisi seperti berikut ini.
MELATI
Melati,  engkau bertubuh kecil tetapi engkau mungil menarik hati
engkau berwarna putih bersih dan berbau harum mewangi
di mana engkau berada selalu menambah asri
di mana engkau tinggal selalu menebar harum pada sekitar
kepada engkau setiap orang senang dan sayang
.................
Melati, aku ingin jadi sepertimu
meski aku masih kecil aku ingin menarik hati
pikir dan hati ini ingin putih bersih sepertimu
namaku ingin pula harum mewangi
di mana aku berada aku ingin disenangi
Setelah siswa menulis puisi tersebut, guru mendeklamasikannya dengan intonasi dan ritme yang menggugah jiwa, sehingga kata demi kata, baris demi baris, jiwa puisi itu meresap ke dalam akal dan rasa siswa. Setelah jeda sebentar, siswa mencermati jiwa puisi tersebut, guru memberi kesempatan kepada beberapa siswa untuk mendeklamasikannya bergiliran.
Kemungkinan lain guru menugasi siswa untuk membayangkan benda yang paling banyak disenangi oleh kebanyakan orang termasuk siswa, misalnya ‘televisi’. Digunakan teknik probing-prompting seperti di atas, dengan menganggap diri mereka sebagai televisi, jadi sebutannya sekarang bukan ‘engkau’ melainkan ‘aku’,  guru mengarahkan siswa untuk menulis puisi seperti berikut ini.
SIAPAKAH AKU ?
Aku bukan asli Indonesia
jadi bukan suku Jawa ataupun Sunda
tapi kebanyakan orang kepadaku merasa suka
hingga aku sering ikut berkumpul bersama mereka
Aku punya  tentang segala berita
aku punya tentang segala ilmu pengetahuan
aku bisa menghibur dengan segala cara
dan aku bisa memberi tontonan dan tuntunan 
..........
Aku bukan wanita bukan pula lelaki
aku hanyalah hasil produksi
aku hasil karya canggih abad ini
manusia menyebutku televisi
Dari puisi yang telah dibuat bersama (mungkin tidak persis/tepat seperti di atas), guru membahas contoh istilah dasar puisi, seperti tema, gaya bahasa, rima, ritme, diksi, larik, tipografi, amanat, dan irama. Begitu pula dalam presentasinya dikenalkan mana yang disebut dengan apresiasi, improvisasi, intonasi, penjiwaan, imajinasi, gerak, mimik, dan jeda/tempo.
c) Kegiatan Penutup
Guru bersama siswa untuk menyimpulkan pembelajaran sekaligus mangadakan refleksi, kemudian memberikan arahan untuk menyiapkan kegiatan pada pertemuan berikutnya dan memberikan tugas untuk menulis puisi dengan tema (judul) benda dari dalam atau sekitar rumah (permainan) mereka.
Dari kegiatan tersebut, secara implisit indikator-indikator pembelajaran kontekstual terakomodasi dan terlaksana. Sajian pelajaran menggunakan model koperatif.
2) Pertemuan Kedua
Diadakan evaluasi hasil belajar (post-test) dengan cara guru menugasi siswa untuk membuat puisi yang berjudul ‘air’, semua siswa membuat puisi dengan judul yang sama. Evaluasi ini tidak bersifat pengetahuan melainkan kemampuan menulis dan mempresentasikan  puisi, sesuai dengan amanat kurikulum.
Digunakan model pembelajaran koperatif tipe STAD dengan sintaks (Erman, 2004): pengarahan, sajian guru secara klasikal, buat kelompok 4-5 siswa, berikan bahan belajar (LKS), siswa berdiskusi/bekerja kelompok, presentasi hasil kelompok dan diskusi kelas, refleksi pelaksanaan pembelajaran, kuis individual, penghargaan pada kelompok/individu, buat skor kemajuan belajar siswa, tindak lanjut. Tema (judul) puisi yang dipilih misalnya tentang ‘guru’ atau ‘buku’.
Tipe koperatif lain yaitu TPS dengan sintaks: pengarahan, sajian guru secara klasikal, berikan bahan belajar (LKS), siswa berdiskusi/bekerja kelompok secara berpasangan 2 orang siswa pada satu meja (think-pairs), presentasi hasil kelompok dan diskusi kelas (share), refleksi pelaksanaan pembelajaran, kuis individual, penghargaan pada kelompok/individu, buat skor kemajuan belajar siswa, tindak lanjut. Judul puisi yang dipilih misalnya tentang ‘guru’ dan ‘ibu’ atau ‘tukang kayu’.
Pada akhir pertemuan tugas yang serupa dikerjakan secara individu. Aktivitas pembelajaran selain dilakukan di dalam ruang kelas, bisa juga di halaman sekolah atau tempat lain yang memungkinkan. Penilaian proses dilakukan terhadap aktivitas siswa (menulis dan mempresentasikan) serta portofolio berupa hasil karya siswa, sebagai reward hasil karya siswa ditempel pada dinding kelas.

G.Alat/Bahan dan Sumber Pembelajaran
1) Media Pembelajaran : - Gambar/tayangan keindahan alam
- Model teks puisi
2) Sumber Pembelajaran:.  – Buku Menulis Puisi Satu Sisi karangan Soni Farid Maulana, Penerbit: Pustaka Khalifah Bandung.
- Buku Pengkajian Puisi karangan Rahmat Djoko Pradopo, Penerbit : Gadjah Mada University Press Yogyakarta

H.Penilaian
1) Penilaian Proses
Rubrik Penilaian
No
Nama Siswa
Unsur yang dinilai/Skor

J
U
M
L
A
H


N
I
L
A
I

Partisipasi
Keseriusan
Bertanya
Menanggapi
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1



2




3



4

5



Keterangan : Perolehan Nilai
Skor Jumlah Skor Nilai
4 = baik sekali 13-16 90
3 = baik 9-12 80
2 = Cukup 5-8 70
1= Kurang 1-4 60
Penghitungan nilai akhir dalam skala 0—100 adalah sebagai berikut.
Perolehan Skor (1+2+3)
Nilai Akhir = ----------------------------- x 100
Skor Maksimal 10
2) Penilaian Hasil: Produk
1. Amatilah gambar berikut!
2. Tuliskan hal menarik apa saja yang terdapat pada gambar tersebut, buatlah dalam beberapa kata, frasa atau kalimat!
3. Buatlah sebuah puisi berdasarkan tulisan hasil pengamatanmu terhadap gambar tersebut dengan pilihan kata yang tepat dan rima yang menarik!
4. Suntinglah puisi yang telah kamu tulis tersebut!



Mengetahui Cianjur, 20 Januari 2009
Kepala Sekolah, Guru Bahasa Indonesia,


Ahmad Jamaludin, S.Pd.
NIP NIM 08201289002



IMPLEMENTASI PEDAGOGIK TRANSFORMATIF DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF

Pedagogik tranformatif atau disebut pedagogik kritis (lawan dari pedagogik tradisional) merupakan pedagogik yang lahir dari pandangan-pandangan postmodernisme dan pedagogik libertarian. Pedagogik transformatif tidak cenderung pada nihilisme karena mengakui adanya kebenaran relatif tanpa meniadakan kebenaran itu sendiri. Dengan demikian, pedagogik transformatif menganut faham kebenaran yang terbuka (Tilaar:2005).
Pedagogik transformatif dilandasi oleh keyakinan bahwa pendidikan merupakan usaha memanusiakan manusia dan peserta didik merupakan manusia sosial yang berinteraksi dengan manusia lain dan kebudayan di sekitarnya. Anak didik dalam pedagogik transformatif merupakan manusia pembelajar dan pengubah sosial yang aktif. Transformasi sosial berada pada level individu maupun kelompok, mencakup perubahan dalam aspek (1) pengetahuan, (2) keterampilan, (3) sikap, (4) perspektif, dan (5) kesadaran diri (Zamzani dan Tadkiroatun, 2008: 4).
Ada beberapa model pembelajaran yang relevan dengan pedagogik transformatif, di antaranya pembelajaran kooperatif, kontekstual, dan komunikatif. Sehubungan dengan pembelajaran Menulis Puisi di kelas VII SMP, penulis memilih model pembelajaran komunikatif karena model ini merupakan salah satu karakteristik pembelajaran Bahasa Indonesia, meskipun dapat juga digunakan dalam mata pelajaran lainnya.
Alasan lainnya, dengan pendekatan komunikatif siswa banyak belajar menguasai kecakapan hidup (lifeskill) terutama kemampuan berkomunikasi, baik secara lisan maupun tertulis. Kemampuan berkomunikasi ini sangat penting dalam transformasi sosial karena siswa/peserta didik sebagai subjek yang partisipasif antisipasif dalam perubahan sosial. Dalam pembelajaran Menulis Puisi, pendekatan komunikatif bisa diterapkan secara terpadu dengan pendekatan kooperatif dan pendekatan ketrampilan proses.
Sejak kurikulum 1994 diluncurkan, pembelajaran bahasa sudah mencanangkan pendekatan komunikatif. Namun, kenyataannya menurut penelitian, banyak guru masih bertahan pada pendekatan lama, yakni tatabahasa terjemahan atau pendekatan audiolingual. Mungkin masih banyak guru yang belum paham mengenai pendekatan komunikatif. Kalaupun ada yang tahu, mereka belum tentu menerapkannya karena sesuatu yang baru sering mendapatkan tantangan.
Pendekatan komunikatif dalam pembelajaran dimulai dari teori bahasa sebagai komunikasi. Menurut Hymes (Depdiknas: 2005), seseorang yang memperoleh kompetensi komunikatif membutuhkan pengetahuan dan kemampuan untuk menggunakan bahasa sesuai dengan pertanyaan berikut.
1)Apakah atau sejauh manakah secara formal sesuatu itu mungkin?
2)Apakah atau sejauh manakah sesuatu itu layak dengan penggunaan sarana yang ada?
3)Apakah atau sejauh manakah sesuatu itu cocok (memadai, senang, berhasil) sehubungan dengan konteks tempat bahasa itu digunakan atau dievaluasi?
4)Apakah atau sejauh manakah sesuatu itu memang benar-benar dikerjakan dan apakah tindakan itu diperlukan?
Canale dan Swain (Depdiknas, 2005: 88) memperkenalkan dimensi lain tentang kompetensi komunikatif. Menurut mereka kompetensi komunikatif itu berdimensi majemuk. Di dalamnya terdapat banyak kompetensi, yakni kompetensi gramatikal, kompetensi sosiolinguistik, kompetensi wacana, dan kompetensi strategik.
Pada tataran teori bahasa, pendekatan komunikatif memiliki dasar teori yang kaya dan banyak pilihannya. Beberapa ciri pandangan komunikatif tentang bahasa sebagai berikut.
1)Bahasa merupakan sistem untuk mengekspresikan makna.
2)Fungsi utama bahasa adalah untuk berinteraksi dan berkomunikasi.
3) Struktur bahasa merefleksikan fungsinya dan penggunaan komunikatif.
4)Unit utama bahasa bukan hanya ciri struktural dan gramatikal, tetapi kategori makna komunikatif dan fungsional seperti tampak dalam wacana (Depdiknas: 2005).
Angelina Scarino, dkk. (Azies dan Alwasilah, 1996) mengajukan delapan prinsip dalam pembelajaran komunikatif. Mereka mengemukakan bahwa pembelajar akan belajar bahasa dengan efektif bila:
1)Diperlakukan sebagai individu yang memiliki kebutuhan dan minat;
2)Diberi kesempatan untuk berperan serta dalam penggunaan bahasa sasaran secara komunikatif dalam berbagai macam aktivitas;
3)Dipajankan ke dalam data komunikatif yang dapat dipahami dan relevan dengan kebutuhan dan minatnya;
4)Secara sengaja ia memumpunkan pembelajarannya pada bentuk, keterampilan, dan strategi untuk mendukung proses pemerolehan bahasa;
5)Kepadanya dibeberkan data sosiokultural dan pengalaman langsung dengan budaya yang menjadi bagian dari bahasa sasaran;
6)Menyadari akan peranan serta hakikat budaya dan bahasa;
7)Diberi umpan balik yang tepat menyangkut kemajuan mereka; dan
8)Diberi kesempatan untuk mengatur pembelajaran mereka sendiri.
Lingkungan belajar aktif merupakan tempat kebutuhan, harapan, dan persoalan siswa mempengaruhi rencana pembelajaran. Untuk mengetahui harapan, minat, kebutuhan, dan persoalan tersebut guru dapat memvariasikan pertanyaan yang diajukan selama proses belajar. Silberman (2006: 45) mengemukakan sepuluh pertanyaan yang dapat diajukan kepada siswa, yaitu:
1)Pertanyaan apakah yang kalian miliki(tentang materi Menulis Puisi)?
2)Informasi atau keterampilan apakah yang ingin kalian dapatkan dari materi ini?
3)Informasi atau keterampilan apakah yang tidak kalian butuhkan atau inginkan?
4)Apa yang ingin kalian bawa pulang dari pembelajaran ini? Sebutkan!
5)Apakah harapan kalian untuk pembelajaran Menulis Puisi ini? Apa yang menjadi persoalan kalian?
6)Apakah tujuan pembelajaran ini sesuai dengan apa yang kalian butuhkan?
7)Pengetahuan atau keterampilan apakah yang menurut kalian perlu dimiliki? Manakah yang lebih baik dimiliki?
8)Apa perkiraan kalian tentang pembelajaran Menulis Puisi ini?
9)Topik/tema apa yang kalian pilih untuk pembelajaran Menulis Puisi ini? Mengapa kalian memilihnya?
10)Apa yang telah kalian dapatkan dari pelajaran sebelumnya tentang topik ini?
Melalui pendekatan komunikatif dalam Menulis Puisi di kelas VII SMP, diupayakan agar proses belajar dapat meningkat. Menurut John Holt (1967 dalam Silberman 2006: 26) proses belajar akan meningkat jika siswa diminta untuk melakukan hal-hal berikut.
1)Menemukan kembali informasi dengan kata-kata mereka sendiri;
2)Memberikan contohnya;
3)Mengenalinya dalam bermacam bentuk dan situasi;
4)Melihat kaitan antara informasi itu dengan fakta atau gagasan lain;
5)Menggunakannya dengan beragam cara;
6)Memprediksikan sejumlah konsekuensinya; dan
7)Menyebutkan lawan atau kebalikannya.


DAFTAR PUSTAKA


Azies, Furqanul dan Chaedar Alwasilah. 1996. Pengajaran Bahasa Komunikatif: Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Baharudin dan Moh. Makin. Pendidikan Humanistik (Konsep, Teori, dan Aplikasi Praksis dalam Dunia Pendidikan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Depdiknas. 2005. Program Pengembangan Pendidikan Kecakapan Hidup di Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Dirjen Dikdasmen Direktorat PLP.
------------ 2005. Materi Pelatihan Terintegrasi Bahasa dan Sastra Indonesia, Buku 1.. Jakarta: Dirjen Dikdasmen Direktorat PLP.
Gola Gong (Ed. Nurhasanah). 2007. Jangan Mau gak Nulis Seumur Hidup. Bandung: Maximalis.
Maulana, Soni Farid.  2004. Menulis Puisi Satu Sisi. Bandung: Pustaka Khalifah.
Pradopo, Rahmat Djoko. 2002. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Silberman, Melvin L. 2006. Active Learning: 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Nusamedia.
Sukmara, Dian. 2005. Implementasi Program Lifeskill dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Jalur Sekolah. Bandung: Mughni Sejahtera.
Sunarto dan Agung Hartono. 2006. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta.
Tilaar, H.A.R. 2005. Manifesto Pendidikan Nasional. Jakarta. Penerbit Buku Kompas.
Zamzani dan Tadkiroatun Musfiroh. 2008. Pedagogik Transpormatif, Handout Program Sertifikasi Guru melalui Jalur Pendidikan. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta.
http://titikoma.com/2008/catatankecil-menulispuisi.html, diakses pada tanggal 11 Desember 2008

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar